Ciamis, Jabar – PW. Suasana Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Kodim 0613/Ciamis, Rabu sore (25/02/2026), tampak berbeda dari biasanya.
Halaman yang sehari-hari digunakan untuk aktivitas kedinasan berubah menjadi ruang kebersamaan, saat ribuan warga memadati lokasi dalam kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dandim 0613/Ciamis Letkol Inf Antonius Ari Widiono, S.Sos., M.Hum., dengan Gandara Grup yang dipimpin H. Cahya Gandara.
Sinergi tersebut menjadi gambaran nyata harmonisasi antara TNI, pelaku usaha, tokoh agama, dan masyarakat.
Kemeriahan Religius dan Kebersamaan
Acara diawali selepas Ashar dengan penampilan marawis dari para santri milenial Ciamis yang menghadirkan suasana religius dan syahdu.
Kegiatan ini juga menjadi puncak dari rangkaian lomba marawis yang telah digelar selama tiga hari sebelumnya.
Para pemenang lomba menerima hadiah langsung dari Dandim dan Owner Gandara Grup sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas generasi muda dalam menyemarakkan Ramadan.
“Kegiatan ini bagian dari upaya kami menjaga kebersamaan dan mempererat hubungan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Ciamis dan Banjar,” ujar Letkol Inf Antonius Ari Widiono.
Turun Langsung Berbagi
Menjelang waktu berbuka, Dandim bersama H. Cahya Gandara turun langsung ke jalan membagikan ribuan paket takjil kepada para pengguna jalan di depan Makodim. Aksi tersebut disambut antusias masyarakat dan menjadi simbol kepedulian di bulan suci.
H. Cahya Gandara menegaskan, pihaknya berkomitmen menjadikan usaha yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial.
“Kesuksesan usaha harus berbanding lurus dengan kontribusi kepada masyarakat. Kami ingin terus berbagi kebahagiaan, khususnya bagi warga Ciamis dan Banjar,” ungkapnya.
Tausiyah: Puasa di Era Disrupsi
Menjelang akhir acara, tausiyah disampaikan Pimpinan Ponpes Darussalam, KH Dr Fadlil Yani Ainusyamsi.
Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah memaknai puasa secara kontekstual di era modern.
Ia memperkenalkan konsep “puasa eksoteris sinkronis”, yakni kemampuan menahan diri di media sosial dari perilaku mencaci, menghina, dan menyebarkan kebencian.
Selain itu, ia menekankan pentingnya puasa futuristik yang melahirkan pemimpin adil, ulama berintegritas, dan saudagar dermawan yang peduli terhadap kaum duafa.
“Anak yatim adalah ladang amal saleh. Pengusaha yang kuat adalah mereka yang memperhatikan kaum duafa,” pesannya di hadapan lebih dari seribu peserta yang hadir.
Simbol Energi Positif Daerah
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial Ramadan, melainkan simbol kebersamaan dan perlawanan terhadap individualisme di era digital. Dengan keterlibatan lebih dari 1.000 warga, sinergi antara TNI, ulama, dan pengusaha dinilai mampu menghadirkan energi positif bagi kemajuan daerah.
Melalui momentum Ramadan, Kodim 0613/Ciamis dan Gandara Grup menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menjadi fondasi kuat dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat ketahanan masyarakat di Kabupaten Ciamis dan sekitarnya.***
Penulis: FAI